PENYERAHAN MANUSKRIP KUNO MUSHAF MASHHAD RAZAVI DAN MUSHAF NAJAFI KE MASJID ISTIQLAL
Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2026 — Dalam upaya mempererat persaudaraan dan memperkuat hubungan keilmuan antar bangsa, Sayyid Mujtaba Faqih Imani menyerahkan manuskrip kuno al-Qur’an Mushaf Mashhad Razavi dan Mushaf Najafi kepada Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA yang mewakili, Dr. Mulawarman Hannase, Lc., M.A., Hum., selaku Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI).
Penyerahan tersebut dilakukan secara langsung oleh Sayyid Mujtaba Faqih Imani, didampingi oleh Pimpinan Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin, Kyai Akbar Saleh, B.A. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban ini disambut baik oleh Dr. Mulawarman Hannase.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Mulawarman menyampaikan bahwa persaudaraan merupakan nilai penting yang harus terus dijaga dan diperkuat di antara umat Islam. Hal ini tercermin dalam ungkapannya, “Kami adalah saudara.”
Selain membicarakan penyerahan manuskrip, pertemuan singkat tersebut juga diwarnai dengan percakapan mengenai hubungan persahabatan antara Indonesia dan Iran. Dr. Mulawarman mengungkapkan keinginannya untuk berkunjung ke Iran, mengingat sejumlah negara telah dikunjunginya, sementara Iran belum termasuk di dalamnya.
“Saya akan berkunjung ke Iran karena sudah beberapa negara yang saya kunjungi, kecuali Iran,” ungkapnya.
Menyambut baik keinginan tersebut, Sayyid Mujtaba Faqih Imani menyampaikan tawaran secara khusus sebagai bentuk keterbukaan dan persahabatan.
“Kami siap untuk menerima,” ujarnya.
Pertemuan ini tidak sekadar menjadi momentum penyerahan manuskrip kuno, tetapi juga mencerminkan upaya nyata dalam membangun dan merawat persaudaraan, mempererat hubungan antarlembaga, serta memperkuat jalinan persahabatan di antara kaum Muslimin, khususnya antara Indonesia dan Iran.
Salah satu keistimewaan Mushaf Mashhad Razavi adalah tingkat kelengkapannya yang sangat tinggi. Manuskrip ini memuat sekitar 95% teks Al-Qur’an, sehingga menjadi salah satu manuskrip Al-Qur’an awal yang paling lengkap dan memiliki nilai penting bagi penelitian sejarah teks Al-Qur’an.
Mushaf Mashhad Razavi merupakan salah satu manuskrip Al-Qur’an awal yang memiliki arti penting dalam kajian sejarah Al-Qur’an. Manuskrip ini diperkirakan berasal dari abad pertama Hijriah, sehingga termasuk dalam kelompok manuskrip Al-Qur’an paling awal yang masih dapat dikaji hingga saat ini.
Mushaf ini ditulis menggunakan aksara Hijazi, yaitu bentuk tulisan yang berkembang pada periode awal Islam. Karakter tulisan, susunan teks, serta berbagai aspek kodikologis dan paleografis yang terdapat di dalamnya. memberikan data penting untuk memahami sejarah penulisan, transmisi, dan perkembangan mushaf Al-Qur’an pada masa awal Islam.
Mushaf Mashhad Razavi merupakan bagian dari koleksi Astan Quds Razavi di Masyhad, Iran, dan menjadi salah satu objek penting dalam penelitian manuskrip Al-Qur’an serta sejarah Islam. Keberadaannya menyediakan sumber material yang berharga bagi para peneliti untuk memahami sejarah Al-Qur’an berdasarkan bukti manuskrip yang berasal dari periode awal Islam.
