JAKARTA — Di tengah pesatnya perkembangan kecelakaan teknologi digital, para santri di Pesantren Khatamun Nabiyyin tidak mau sekadar jadi penonton. Bertepatan dengan momentum kegiatan belajar dan pelatihan media.
Para santri menggelar workshop dan praktik langsung pembuatan serta penyuntingan (editing) video berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang diselenggarakan oleh Universitas Terbuka bertujuan untuk memperkuat syiar agama di ruang digital.
Kegiatan pelatihan yang diunggah melalui akun Instagram resmi Pesantren Khatamun Nabiyyin memperlihatkan antusiasme para santri dalam mempelajari perangkat teknologi modern.
Tidak lagi manual dan memakan waktu lama, kini santri diajarkan cara memanfaatkan teknologi AI untuk mempercepat proses pembuatan ide konten, penyusunan naskah visual, pembuatan ilustrasi, hingga teknik pemotongan video yang lebih efisien.
Penggunaan AI dalam produksi video ini bukan hanya soal mengikuti tren kekinian, melainkan bertujuan sebagai sarana edukasi dan media dakwah yang relevan dengan zaman. Melalui sentuhan teknologi kecerdasan buatan, pesan-pesan moral, nilai keislaman, serta informasi seputar kegiatan pesantren dapat dikemas secara lebih visual, menarik, dan ramah bagi generasi muda yang aktif di media sosial.
"Teknologi seperti AI adalah alat bantu. Hal terpenting tetap pada pesan dan nilai-nilai kebaikan yang kita titipkan di dalamnya. Ketika santri mampu menguasai tools AI ini, konten-konten edukatif dan bernilai positif bisa diproduksi lebih cepat dan menjangkau masyarakat yang lebih luas," ungkap perwakilan pengajar di sela-sela kegiatan.
Melalui pelatihan editing video berbasis AI ini, para santri terbukti mampu membentangkan kreativitas tanpa batas. Acara berjalan dengan interaktif, seru, dan penuh rasa ingin tahu,
Hal tersebut membuktikan bahwa kehidupan pesantren saat ini makin terbuka, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan siap mencetak generasi muda yang cerdas secara spiritual sekaligus mahir secara digital.