khatamun nabiyyin

JAKARTA - Suasana khusyuk bercampur haru dan gempita menyelimuti area Madrasah Ulya Khatamun Nabiyyin. Ratusan santri, para ustadz, serta warga sekitar berkumpul bersama untuk merayakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW melalui ajang Festival Maulid Nabi. Acara yang diinisiasi langsung oleh para santri ini berhasil menghadirkan atmosfer yang hidup: ramai, penuh gelak tawa, namun tetap sarat akan kekhusyukan ibadah.

Sejak sore hari, area perayaan sudah dipadati oleh para pengunjung. Suasana makin semarak ketika panggung utama menampilkan pertunjukan drama religi yang digarap mandiri oleh santri Madrasah Ulya. Dengan alur cerita yang segar dan pementasan yang totalitas, pertunjukan drama ini tak hanya berhasil memancing gelak tawa dan tepuk tangan penonton, tetapi juga menyampaikan pesan moral yang mendalam tentang akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Puncak kekhusyukan acara terjadi saat gema hadrah membawakan lantunan salawat. Ketika memasuki momen Mahallul Qiyam yaitu berdiri menghormati kelahiran Nabi, seluruh hadirin berdiri bersamaan. Suara tabuhan terbang yang membahana berpadu dengan alunan salawat yang merdu membuat tidak sedikit dari pengunjung dan santri yang meneteskan air mata haru. Momen ini menjadi simbol kerinduan yang mendalam dari para santri kepada sosok teladan agung, Nabi Muhammad SAW.

Tak hanya menghibur dan menyentuh sisi spiritual, festival ini juga menjadi ajang menimba ilmu melalui tausiyah sejarah yang disampaikan oleh Ustadz Akbar Shaleh. Dalam pemaparannya yang edukatif dan informatif, Kiai Akbar menekankan pentingnya memahami maulid tidak sekadar sebagai tradisi tahunan, melainkan sebagai peristiwa bersejarah yang mengubah peradaban dunia.

"Peringatan Maulid Nabi ini sarat akan sejarah besar. Kelahiran Rasulullah adalah titik awal terbitnya cahaya ilmu dan peradaban yang meruntuhkan masa kegelapan. Mengingat sejarah kelahiran beliau berarti memperbarui komitmen kita untuk meneladani sifat-sifat mulia Nabi yabg jujur, penuh kasih sayang, dan pembawa kedamaian bagi semesta," tegas Kiai Akbar Shale, B.A. di hadapan para santri.

Melalui perpaduan antara seni drama yang seru, lantunan salawat yang menggetarkan hati, serta pesan-pesan sejarah yang kaya akan edukasi, Festival Maulid Nabi di Madrasah Ulya Khatamun Nabiyyin ini sukses meninggalkan kesan mendalam bagi siapa saja yang hadir. Acara ini membuktikan bahwa pembelajaran sejarah agama dan pembentukan karakter santri bisa dikemas secara kreatif, modern, tanpa menghilangkan kesucian makna maulid itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *