Safari Dakwah Khatamun Nabiyyin Perkuat Syiar di Ramadhan 1447 H
Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin Jakarta kembali menebar kebaikan pada bulan suci Ramadhan 1447 H. Melalui Safari Dakwah Khatamun Nabiyyin, pesantren kini menerjunkan para da’i dan da’iyah muda ke berbagai pelosok Indonesia. Langkah ini merupakan bentuk nyata pengabdian untuk memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat.
Misi Utama: Khidmat dan Beradab

Tahun ini, Safari Dakwah membawa tema besar: “Dari Makna ke Khidmat: Menjadi Khadimul Ummah yang Berilmu dan Beradab”. Tema ini menegaskan bahwa dakwah bukan sekadar ceramah agama.
Para da'i harus hadir sebagai pelayan umat yang mengutamakan akhlak serta adab dalam setiap tindakan mereka.
Untuk mewujudkan hal tersebut puluhan santri dan santriwati pilihan kini bertugas di berbagai daerah seperti Jogja, Majene, Sidrap, Gowa, Tosora, Jenepoto, Palu hingga Jakarta.
Tujuan utama mereka yaitu memberikan pemahaman mengenai ilmu keagamaan secara langsung, membangun jaringan dakwah yang berkelanjutan di daerah, dan mempererat hubungan batin antara pesantren dan masyarakat luas.
Baca Juga : Peran Pesantren dalam Harm Reduction NAPZA - Khatamun Nabiyyin
Dinamika dan Keberlanjutan Safari Dakwah Khatamun Nabiyyin

Program ini tidak berhenti saat Ramadhan usai. Sebagai Koordinator lapangan, Ustaz Muhammad Isra, menjelaskan bahwa kegiatan berlanjut hingga dua bulan berikutnya.
Durasi yang panjang ini memungkinkan para da’i melakukan pembinaan yang lebih mendalam dan intensif bagi warga setempat.
Bagi para da’i, Safari Dakwah Khatamun Nabiyyin adalah perjalanan spiritual yang penuh tantangan. Ustaz Ali Akbar menceritakan pengalamannya dalam memahami beragam karakter beragama di tiap daerah. Menurutnya, para da’i harus mampu menyesuaikan pendekatan dakwah agar pesan Islam tersampaikan dengan baik.
Ustaz Akhyar menekankan bahwa program ini adalah wujud komitmen pesantren dalam menyebarkan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. Beliau berharap masyarakat yang telah mendapatkan bimbingan bisa menjadi agen perubahan di lingkungan mereka.
Akhirnya, program ini membuktikan bahwa dakwah adalah upaya membangun solidaritas dan memperkuat iman melalui keikhlasan dan kasih sayang.
Penulis : Abdul Manan
Editor : Imam Khamanei
