khatamun nabiyyin

KN dan CKF Gandeng Bayt Al-Qur’an Sukses Gelar Seminar Internasional Manuskrip Kuno Al-Qur’an

JAKARTA — Suasana akademik bertaraf internasional mewarnai Gedung Bayt Al-Qur'an & Museum Istiqlal, Jakarta, pada Kamis (29/10/2026). Khatamun Nabiyyin bersama Cinta Kasih Fatimah berkolaborasi dengan lembaga kajian dan museum Bayt Al-Qur'an, sukses menggelar seminar internasional bertema “Ancient Qur’anic Manuscripts in the History of the Qur’an: Learning from the Mashhad Ravazi Manuscpript”.

Perhelatan penting yang digagasi oleh Khatamun Nabiyyin dan Cinta Kasih Fatimah ini menghadirkan pakar kodikologi manuskrip Al-Qur’an ternama dunia, Dr. Morteza Karimi-Nia, yang juga merupakan editor utama dalam proyek riset besar Codex Mashhad (Mashhad Ravazi Manuscript).

Dalam pemaparannya di hadapan para pengkaji naskah dan akademisi, Dr. Morteza mengulas sejarah serta pentingnya manuskrip Mashhad Ravazi—sebuah mushaf kuno berisi 252 lembar perkamen yang memuat lebih dari 90 persen teks Al-Qur'an dan diestimasi berasal dari abad pertama Hijriah. Ia menjelaskan bagaimana pendekatan paleografi, analisis rasm, hingga uji laboratorium radiokarbon menjadi kunci penting dalam menyingkap tabir keaslian serta sejarah penulisan Al-Qur'an.

Sesi diskusi berlangsung interaktif tatkala para peneliti muda dan akademisi melemparkan berbagai pertanyaan kritis terkait pergeseran rasm, ragam qiraat, hingga teknik penentuan usia naskah-naskah kuno Al-Qur'an.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan mushaf replika Codex Mashhad secara simbolis dari Dr. Morteza Karimi-Nia kepada pimpinan Khatamun Nabiyyin dan Cinta Kasih Fatimah, serta pihak Bayt Al-Qur'an sebagai bentuk persahabatan keilmuan dan aset berharga bagi pengembangan riset manuskrip di Indonesia.

Melalui penyelenggaraan seminar internasional ini, Khatamun Nabiyyin dan Cinta Kasih Fatimah mempertegas komitmen mereka untuk terus memelopori pengembangan studi Al-Qur’an, tidak hanya pada aspek hafalan dan tilawah, melainkan juga pada penguatan riset ilmiah dan kajian sejarah naskah-naskah kuno Al-Qur'an di tanah air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *