khatamun nabiyyin
Tak Hanya Mahir Ilmu Agama, 17 Mahasantri Khatamun Nabiyyin Sukses Taklukkan Ujian Kompetensi Akuntansi Accurate

JAKARTA – Sebanyak 17 mahasantri dari Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin, Jakarta, berhasil menorehkan prestasi gemilang di bidang non-akademik. Para Mahasantri secara resmi menyandang gelar Certified Accurate Professional (CAP), sebuah sertifikasi bergengsi yang membuktikan kompetensi tinggi dalam bidang komputerisasi akuntansi.

Pencapaian ini diraih setelah para mahasantri dinyatakan lulus dalam rangkaian ujian kompetensi aplikasi Accurate. Sertifikasi ini diterbitkan oleh PT Ultima Tekno Solusindo yang bekerja sama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), sebagai validasi bahwa peserta telah memenuhi standar operasional perangkat lunak akuntansi yang diakui secara industri.

Gelar CAP Bukan Hanya Sekedar Gelar

Gelar CAP ini nantinya akan menjadi bagian terintegrasi dari Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Sebagai dokumen resmi yang memuat kualifikasi lulusan perguruan tinggi, SKPI menjadi nilai tawar yang sangat krusial saat para mahasantri ini melangkah ke dunia kerja profesional.

Keberhasilan ini sekaligus mematahkan stigma tradisional tentang pendidikan pesantren. Mahasantri Khatamun Nabiyyin membuktikan bahwa selain mendalami ilmu keislaman, mahasantri juga mampu menguasai keahlian teknis yang relevan dengan kebutuhan industri digital dan keuangan masa kini.

Baca Juga : Pelatihan Pemanfaatan AI Santri Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin

Jihad Intelektual dan Ketelitian Santri

M. Abu Alfazl Abbas, salah satu mahasantri penerima gelar CAP, menyebutkan bahwa menguasai akuntansi digital memberinya perspektif baru tentang makna amanah.

"Banyak yang mengira santri hanya fokus pada fiqih ibadah. Padahal, fiqih muamalah (ekonomi) sangat membutuhkan alat bantu modern. Bagi saya, sertifikasi ini adalah bentuk jihad intelektual agar kami bisa menjaga amanah keuangan secara profesional dan transparan di masa depan," ujar Abbas

Senada dengan , Asri Nur Husaini menekankan bahwa kedisiplinan pesantren justru menjadi modal utama dalam belajar teknologi. Menurutnya, pola pikir sistematis dalam mempelajari tata bahasa Arab atau sanad hadits memiliki kemiripan dengan ketelitian yang dibutuhkan dalam akuntansi.

"Kami ingin membuktikan bahwa jilbab dan sarung bukan penghalang untuk menjadi akuntan profesional yang handal," tegas Asri.

Kesiapan Menghadapi Industri

Ustaz M. Agus Salim, M.A., menyatakan kebanggaannya atas dedikasi para santri. Ia menilai pencapaian ini adalah bukti nyata bahwa sistem pendidikan pesantren mampu mencetak generasi yang seimbang secara spiritual dan unggul secara profesional.

Sertifikasi dari PT Ultima Tekno Solusindo memberikan tiga keuntungan strategis bagi lulusan:

  1. Peningkatan Daya Saing: Memiliki kualifikasi praktis yang diakui perusahaan skala nasional.
  2. Kesiapan Kerja: Mahir mengoperasikan sistem akuntansi yang digunakan mulai dari UMKM hingga korporasi besar.
  3. Validasi Kompetensi: Bukti nyata adaptasi lulusan pesantren terhadap teknologi finansial.

Dengan bekal ini, para mahasantri Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin diharapkan siap memberikan kontribusi nyata di masyarakat luas baik sebagai praktisi bisnis, akademisi, maupun tenaga profesional keuangan yang berintegritas.

Penulis : Asep Alfarizi Yulianto

Editor : Imam Khamanei

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *