
Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan mutu akademik serta membentuk karakter santri yang tangguh, Pesantren Khatamun Nabiyyin kembali menyelenggarakan Ujian Praktik dan Ujian Lisan (Syafahi) sebagai pembuka rangkaian Penilaian Akhir Semester Genap tahun ajaran 2026.
Tahapan evaluasi ini memegang peranan yang sangat vital, tidak hanya sebagai prosedur rutin tahunan, melainkan sebagai indikator utama untuk mengukur sejauh mana penguasaan materi, pemahaman keilmuan, dan kesiapan mental mahasantri secara komprehensif setelah menempuh proses pembelajaran selama satu semester penuh.

Pada pelaksanaannya, Ujian Praktik dirancang khusus untuk menjadi tolok ukur utama dalam menilai penerapan ilmu keagamaan ke dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sesi ini, mahasantri diuji secara langsung mengenai ketepatan tata cara ibadah sesuai kaidah fiqih, kefasihan dan kebenaran tajwid dalam membaca serta menghafal Al-Qur'an, hingga peragaan berbagai keahlian praktis keagamaan lainnya. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa teori yang dipelajari di dalam ruang kelas tidak sekadar berhenti sebagai hafalan belaka, melainkan benar-benar dihayati dan diimplementasikan dengan tatanan yang benar.
Sementara itu, Ujian Lisan atau Syafahi menjadi ruang penempaan yang menantang keberanian dan kedalaman wawasan mahasantri. Melalui interaksi tatap muka secara langsung dengan dewan penguji, tahapan ini difokuskan untuk mengevaluasi penguasaan bahasa Bahasa Arab, serta menguji kemampuan membaca, menerjemahkan, dan memahami kitab-kitab turats (kitab kuning). Lebih dari sekadar uji ingatan, Ujian Syafahi dilangsungkan guna melatih ketepatan argumentasi, pola pikir kritis, serta membangun rasa percaya diri mahasantri agar mampu menyampaikan pemikiran ilmiah secara lugas dan terstruktur di hadapan orang lain.

Melalui integrasi pendekatan evaluasi yang menyeluruh ini, pihak lembaga Pesantren Khatamun Nabiyyin berharap dapat melahirkan generasi lulusan yang memiliki keseimbangan utuh. Lembaga bercita-cita mencetak para mahasantri yang tidak hanya unggul dan menguasai teori keilmuan secara mumpuni, tetapi juga dibekali dengan keahlian praktis yang matang serta dilandasi oleh integritas akhlak dan kedisiplinan yang tinggi.
Menyambut dimulainya agenda besar ini, manajemen pesantren menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras para pengajar dan dedikasi seluruh mahasantri selama masa persiapan. Pihak pesantren juga mengucapkan selamat menempuh ujian kepada seluruh peserta. Diharapkan seluruh mahasantri dapat menjalani setiap tahapan ujian ini dengan penuh kedisiplinan, senantiasa menjunjung tinggi nilai kejujuran, serta meraih hasil yang optimal, membanggakan, dan membawa keberkahan bagi kehidupan bermasyarakat kelak.
