JAKARTA - Badan Riset dan Intelektual Mahasantri (BRIM) Pesantren Khatamun Nabiyyin resmi melantik Eksekutif pertamanya untuk periode 2026-2027. Pelantikan berlangsung di Aula PKUMI Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Minggu (31/5/2026), dan menjadi tonggak awal penguatan budaya riset dan intelektualitas di lingkungan mahasantri.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Kiai Akbar Saleh, B.A selaku Pimpinan Pesantren Khatamun Nabiyyin, disaksikan oleh jajaran wakil pimpinan, asatiz dan ustazat, serta seluruh mahasantri. Kegiatan ini menandai dimulainya peran strategis BRIM sebagai wadah pengembangan keilmuan, riset, dan diskursus intelektual di pesantren.

Dalam sambutannya, pimpinan pesantren menegaskan pentingnya kehadiran BRIM sebagai ruang pembinaan tradisi berpikir kritis dan produktif di kalangan mahasantri. Lembaga ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat kegiatan akademik internal, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan pemikiran keislaman dan keilmuan yang relevan dengan tantangan zaman
Baca Juga :Ujian Bukan Sekadar Nilai, Ponpes Khatamun Nabiyyin Tekankan Pembentukan Karakter Santri
BRIM dirancang sebagai platform yang mendorong mahasantri untuk aktif dalam penelitian, penulisan ilmiah, diskusi akademik, serta pengembangan gagasan inovatif. Selain itu, lembaga ini juga diarahkan untuk membangun jejaring keilmuan, baik di lingkungan pesantren maupun dengan institusi eksternal.
Pelantikan Eksekutif ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem intelektual yang lebih terstruktur di Pesantren Khatamun Nabiyyin. Dengan kepengurusan yang baru terbentuk, BRIM diharapkan mampu melahirkan generasi mahasantri yang tidak hanya unggul dalam pemahaman keilmuan, tetapi juga aktif dalam produksi pengetahuan dan kontribusi pemikiran bagi masyarakat luas.
Penulis : Aswar A. (Direktur Utama BRIM Khatamun Nabiyyin)
