Fathimah Masa Kini, “Gradasi Semangat Fathimiyyah Dalam Mewujudkan Santri Berperadaban Religius”

Pada Sabtu, (25/08) Pesantren Khatamun Nabiyyin mengadakan kegiatan seminar keperempuanan dengan tema: Fathimah Masa Kini, “Gradasi Semangat Fathimiyyah Dalam Mewujudkan Santri Berperadaban Religius”. Sebuah kegiatan yang mengkaji pelajaran-pelajaran berharga dari sosok mulia putri Rasulullah Saw yakni Siti Fathimah. Acara ini diadakan secara online/ daring via zoom dan secara offline di Aula Akbar Pesantren Khatamun Nabiyyin dari pukul 15.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Perempuan adalah makhluk paling sulit dimengerti di antara makhluk-makhluk lainya. Bukan hanya perempuan namun laki-laki juga harus kenal dengan mendalam bagaimana karakter seorang perempuan. Celaka bagi mereka yang bergaul dengan perempuan tanpa mengenali hakikat perempuan terlebih dahulu. Karena perempuan ibarat ular, jika tidak seseorang tidak bisa menjinakkan ular maka dia akan binasa terkena racun dari bisanya.

Salah satu faktor mundurnya sebuah peradaban adalah tidak terjaganya hijab perempuan. Makna hijab jauh lebih luas dari sekedar sehelai kain penutup aurat. Di zaman dahulu perempuan primitif tidak menggunakan hijab dan masih belum mengenal norma dan etika. Setelah sekian lama peradaban berjalan maka perempuan diharuskan menutup tubuhnya. Terlebih lagi setelah kedatangan Islam, perempuan semakin dijaga dan dihormati sebagai sosok manifestasi tajalli Tuhan di muka bumi. Sebagaimana laqob yang disandang oleh sayyidah Fathimah yakni Hauro al-Insiyah yakni bidadari berwujud manusia.

Perempuan dengan kesucian adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Jika keduanya berpisah maka hilanglah keagungan, kemuliaan, dan keindahan perempuan. Tuhan telah memberikan amanah, menitipkan keindahan sifat jamaliyah-Nya kepada perempuan. Perempuan lebih cepat mencapai masa akil baligh dibandingkan dengan laki-laki. Sehingga dengan cepatnya masa akil baligh itu ia mendapatkan kemuliaan dan kehormatan untuk menerima taklif dan menyambung komunikasi dengan Tuhan.

Dalam teorinya perempuan berakal dan berperasaan tidak rela dan akan menolak untuk dieksploitasi, namun dalam praktiknya sekian banyak perempuan menikmati sebuah kondisi dirinya yang dijadikan komoditi. Sehingga kehormatan dan kemuliaan perempuan yang seharunya dijaga, namun dalam era modern ini hal tersebut semakin dijadikan bahan pemanis jual beli. Bahkan tidak sedikit dari mereka diperjual belikan oleh pihak ilegal atau bahkan mereka menjual diri mereka sendiri demi mendapatkan keuntungan duniawi. Maka dari itu di sinilah pentingnya hijab bagi seorang perempuan agar mereka senantiasa menjaga kehormatan dan kemuliaan yang telah Allah berikan kepadanya.

Hijab dalam konteks dewasa ini bukan hanya ditafsirkan sebagai selembar kain penutup aurat, melainkan lebih dari itu. Hijab paling efektif bagi seorang perempuan adalah pendidikan dan kecerdasan, sehingga dengan itu ia akan keluar dari keluguan dan eksploitasi.

Untuk tetap menjaga kehormatan dan kemuliaan perempuan minimal ada tiga hal mendasar yang harus selalu dijaga oleh kaum hawa yakni al-Haya (Rasa Malu), al-Iffah (Menjaga  Diri), dan al-Hijab (Hal yang dapat menjaga kehormatannya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *