CILIWUNG KEMBALI MENGAMUK, DAPUR FATHIMAH TERJUN

By: Farham Rahmat

Hari demi hari, tidak terasa sampai minggu kedelapan, artinya sudah genap dua bulan santri Khatamun Nabiyyin istiqomah berbagi kasih sayang. Dibawah naungan Dapur Fathimah, jum’at 26 april 2019, mereka kembali membagi-bagikan makanan kepada mereka yang kurang mampu.

Suatu hal yang berbeda pada moment ini, jumat berkah saat itu, sungai Ciliwung kembali mengamuk, mengakibatkan beberapa dataran rendah di daerah Condet tergenang air bercampur lumpur. Sebelumnya Kominfo BPBD menghimbau kepada masyarakat, bahwa tinggi muka air di bendung Katulampa mencapai 220 cm. Siaga 1 warga sekitar aliran kali ciliwung waspada kemungkinan banjir kiriman.

Tepat 26 april itu, air mulai naik dan membanjiri beberapa rumah. Sementara beberapa santri yang tergabung dalam tim Dapur Fathimah, juga memiliki program bagi-membagi makanan sebelumnya untuk saudara yang kurang diuntungkan oleh ibu kota. Kisaran wilayah, berada di Condet Cililitan Jakarta timur adalah target utama, hanya saja kali ini prioritas untuk korban banjir.

Farham rahmat dan Masri menuju tempat di gang seruni, jalan raya Condet Cililitan, disana juga banyak rumah terendam, bahkan ada rumah yang tidak nampak atapnya. Kemudian dialnjutkan ke jalan Cililitan kecil, bersama warga dan pak RW disana saling membantu, sesekali bermain air dengan anak-anak yang sedang berenang riang di jalan yang penuh dengan air.

Sementara santri Habib Asseggaf dan Nurkholis menuju tempat gang Sawo dataran rendah dekat dengan aliran sungai ciliwung. Berbagi dengan korban banjir, dan membangun semangat komunikasi serta silaturahmi dengan warga setempat. Ustadz Ajid Salim, ke jalan pucung arah pasar minggu sebelah kiri. Disana ada korban banjir juga, dataran yang sangat rendah, air menggenang dan susah untuk surut karena drainase cukup kecil untuk aliran air sebesar banjir.

Beberapa santri yang lain, tidak disebutkan namanya satu per satu, kembali melaksanakan tugas seperti biasanya, menemui para pemulung, pejalan kaki, kakek-nenek dijalanan, juga ada paruh baya yang sakit namun memaksakan diri untuk bekerja kuli bangunan.

Semangat para santri membuana, inspirasi dari bunda Fathimah, putri Muhammad terus mengalir dan membanjiri hati. Semoga melalui keberkahan beliau, kita semua mendapatkan Rahmat kasih sayang dari abahnya Muhammad SAW.

Jakarta, 29 April 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *